Sabtu, 06 September 2014

Gaby - Tinggal Kenangan

Pernah ada rasa cinta

Antara kita kini tinggal kenangan

Ingin kulupakan

Semua tentang dirimu

Namun tak lagikan

seperti dirimu oh bintangku


Reff :


Jauh kau pergi meninggalkan diriku

Disini aku merindukan dirimu

Kini ku coba mencari penggantimu

Namun tak lagi kan

seperti dirimu oh kekasih

WALI – BAIK-BAIK SAYANG

aku tak ingin kau menangis bersedih
sudahi air mata darimu
yang aku ingin arti hadir diriku
kan menghapus lukamu sayang

karna bagiku kau kehormatanku
dengarkan, dengarkan aku

reff:
hanya satu pintaku
untukmu dan hidupmu
baik-baik sayang
ada aku untukmu

hanya satu pintaku
di siang dan malammu
baik-baik sayang
karna aku untukmu

semua keinginan akan aku lakukan
sekuat semampuku, sayang
karna bagiku kau kehormatanku
dengarkan, dengarkan aku

repeat reff

DADALI – DI SAAT AKU MENCINTAIMU

gambar Dadali Di Saat Aku Mencintaimu image
mengapa kau pergi, mengapa kau pergi
di saat aku mulai mencintaimu
berharap engkau jadi kekasih hatiku
malah kau pergi jauh dari hidupku

menyendiri lagi, menyendiri lagi
di saat kau tinggalkan diriku pergi
tak pernah ada yang menghiasi hariku
di saat aku terbangun dari tidurku

reff:
aku inginkan dirimu datang dan temui aku
kan ku katakan padamu aku sangat mencintai dirimu
aku inginkan dirimu datang dan temui aku
kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

menyendiri lagi, menyendiri lagi
di saat kau tinggalkan diriku pergi
tak pernah ada yang menghiasi hariku
di saat aku terbangun dari tidurku

repeat reff

semoga engkau kan mengerti tentang perasaan ini
maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta (indahnya cinta)
maaf sungguh ku tak bisa (tak bisa) untuk kembali padamu
maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta

repeat reff

aku inginkan dirimu datang dan temui aku
kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

ARMADA – HARGAI AKU

gambar Armada Hargai Aku image
seringkali kau merendahkan ku
melihat dengan sebelah matamu
aku bukan siapa-siapa

selalu saja kau anggap ku lemah
merasa hebat dengan yang kau punya
kau sombongkan itu semua

coba kau lihat dirimu dahulu
sebelum kau nilai kurangnya diriku
apa salahnya hargai diriku
sebelum kau nilai siapa diriku

seringkali kau merendahkan ku (kau merendahkan ku)
melihat dengan sebelah matamu
aku bukan siapa-siapa

coba kau lihat dirimu dahulu
sebelum kau nilai kurangnya diriku
apa salahnya hargai diriku
sebelum kau nilai siapa diriku

coba kau lihat dirimu dahulu
sebelum kau nilai kurangnya diriku
apa salahnya hargai diriku
sebelum kau nilai siapa diriku
sebelum kau nilai siapa diriku

Jumat, 05 September 2014

Cerita CINTA beda Agama

Seperti kata Sudjiwo Tedjo, kita bisa merencanakan menikah dengan seseorang. Tapi kita tidak bisa merencanakan jatuh cinta kepada siapa.

Bunga Kering Perpisahan. Ini cerita tentang dua anak manusia. Albert namanya. Anak pendeta. Humanis. Tak pasrah buta pada satu agama. Yang kedua, Dewi namanya. Cantik. Taat beragama, patuh pada orang tua.

Mereka dipertemukan asmara. Cinta mereka baik-baik saja. Sampai suatu ketika mereka bertemu dengan sekat maya yang tak pernah kita lihat rupanya: agama. Di luar sana, sekat senada meski tak sama juga ada. Di Bali kita menyebutnya kasta. Jika agama horizontal, kasta relasi atas bawah. Ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan yang lain. Persoalan jatuh cinta yang tersekat agama, juga kasta tak cuma urusan Albert dan Dewi semata. Ada banyak dari mereka yang sedang dirundung masalah serupa.

Film Bunga Kering Perpisahan karya Hanung Bramantyo ini, cerita tentang Albert dan Dewi, pun menghadirkan duka. Dewi menikah dengan kekasih pilihan orang tuanya. Albert meninggal dalam kesendirian, juga kesetiaan. Kita tahu tak semua cerita cinta (harus) berakhir bahagia.

Ada penggalan menarik dari puisi Bunga Kering Perpisahan karya Denny JA ini.

Manusia lebih tua dari agama,
Sudah ada cinta sejak manusia diciptakan-Nya,
Cinta lebih tua dari agama,
Janganlah agama mengalahkan cinta.

Kita tidak pernah memilih lahir di keluarga mana, suku tertentu hingga agama apa. Kebetulan aja kita dilahirkan menjadi bagian dari keluarga Islam, Kristen, atau Hindu. Kebetulan saja kita dilahirkan menjadi suku Jawa, Batak atau Papua. Kebetulan saja kita dilahirkan di Amerika, Eropa atau Afrika. Kebetulan saja kita dilahirkan berwarna sawo gosong, kuning langsat atau pucat pias.

Jika cinta lebih tua dari agama, mengapa agama menjadi lebih kuasa? Agama seharusnya tidak menjadi penghambat mereka yang ingin menyatukan diri membina rumah tangga, hidup bahagia atau membangun impian setiap dari kita. Toh misalnya, agama yang kita anut, sebagian besar dianut karena faktor keturunan, warisan orang tua. Bukankah sedikit dari kita yang memeluk agamanya karena benar-benar pencarian spiritual?

Tapi cinta kerap irasional dan di luar logika. Karena itulah cinta menjadi kompleks, tidak terdefinisikan dan penuh warna. Termasuk ketika tersekat oleh agama. Dia datang pada waktu yang tak terduga, menyiksa bukan karena kita tak mampu menggapainya tapi karena kita tak mengerti bagaimana langkah untuk mewujudkannya. Karena penuh warna, maka cinta acap penuh drama.

Untunglah, tidak semua cerita cinta tapi beda agama harus setragis Albert dan Dewi. Beberapa rekan kerja, berjuang untuk mempertahankan dan mewujudkan cerita cinta mereka. Ada asa bahwa yang yang terhalang sekat agama akan berakhir dengan sukacita. Aku senang melihat mereka berjuang dan berkorban untuk ini. Cinta memang sudah seharusnya saling menguatkan.

Bisa jadi soal (cinta tapi beda) ini sebenarnya sederhana jika relasinya hanya antara dua manusia yang mengalaminya. Tapi di Indonesia, jatuh cinta yang ingin diakhiri dengan pernikahan menciptakan relasi banyak pihak: orang tua, keluarga dan negara. Karena itulah cinta beda agama menjadi tidak sesederhana yang kita kira. Cinta bisa saja satu, tapi bukankah menikah perlu restu orang tua. Perjuangan memperoleh restu orang tua yang beda agama inilah yang kerapkali penuh drama.

Karena terlalu banyak faktor yang berkelindan itulah sebagian besar dari kita memilih pasangan yang relatif tidak banyak perbedaan sosial. Agama yang sama, suku yang sama. Kelas sosial yang sama.

Kenapa?

Seminimal mungkin perbedaan yang terbentang diantara kita, semakin sedikit usaha untuk meluruskan perbedaan yang kita punya. Pernikahan, meski aku belum mengalaminya, bukanlah untuk menyamakan perbedaan dua anak manusia. Melainkan membuat perbedaan yang ada menjadi seirama sehingga tujuan yang dicita-citakan tergapai dengan lebih cepat.

Lalu, apakah mereka yang beda agama, suku dan status sosial hidup bahagia hanyalah sebuah utopia? Tentu saja tidak. Hanya, jalannya menjadi lebih terjal. ‘Harga’ yang harus dibayar menjadi lebih mahal dan bisa jadi waktu yang dibutuhkan lebih lama. Karena simpangan dan derajatnya besar, kompromi terhadapnya juga menjadi lebih besar. Namun tidak semua dari kita bersedia berkorban terus menerus bukan? Karena itulah, perjuangannya mereka yang ‘cinta tapi beda’ menjadi lebih berat. Berbanggalah mereka yang menikah beda agama akhirnya bisa hidup bahagia.

Toh kalau mau mengikuti logika, kita sebenarnya bisa menghindari jalan terjal ‘beda agama’ ini. Jika sudah tahu beda agama, kenapa mesti didekati? Jika sudah tahu risikonya, kenapa mesti stalking diam-diam? Kenapa harus ada perhatian lebih dan mengapa harus membiarkan hati kita terbuka untuk dia. Bukankah sejak awal kita bisa membatasi diri tidak mengikuti rasa penasaran terhadap dia yang mencuri perhatian kita.

Toh, sebenarnya tidak ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Bukankah untuk bisa jatuh cinta kita mesti mengalami yang namanya pertemuan kedua, ketiga dan pertemuan-pertemuan berikutnya. Bukankah pada pertemuan-pertemuan selanjutnya kita mengetahui lebih banyak tentang dia. Bukankah artinya kita bisa berpikir waras bahwa ada jalan terjal yang akan menunggu di depan kita. Ah, tapi itulah cinta memang menabrak logika. Kalau sudah cinta, di ujung dunia pun akan kita kejar.

Cinta membuat kita kalap mata, buta terhadap risiko, nekat menerobos rambu-rambu dan ya begitu yang akhirnya terjebak pada situasi rumit yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Kita terjebak pada dilema yang kita ciptakan sendiri. Ketika sudah masuk pada ‘pertemuan-pertemuan berikutnya’, pilihan jatuh cinta adalah pilihan dengan kesadaran. Kita tahu artinya. Termasuk jalan terjal yang mungkin akan ditempuh. Kita sadar risikonya.

Sayangnya, tidak setiap dari kita bisa memilih takdir yang kita suka…

**KISAH MERPATI & MAWAR PUTIH**

**KISAH MERPATI & MAWAR PUTIH**
Pada jaman dahulu kala, hiduplah seekor Burung Merpati & Bunga Mawar putih.
Sudah lama Merpati mencintai bunga Mawar Putih, sementara Mawar Putih tidak pernah menghiraukannya.
Bunga Mawar itu selalu sibuk bersolek namun masih kurang puas dengan warna tubuhnya yang putih pucat, selama ini ia selalu mendambakan seandainya tubuhnya berwarna merah menyala pasti ia akan tampak lebih cantik.
Suatu hari Merpati menyatakan cintanya pada Mawar Putih,
” Mawar Putih, aku sangat mencintaimu, maukah engkau menjadi pendamping hidupku?” kata Merpati.
” Ubahlah dulu tubuhku yg putih ini menjadi merah, maka aku pasti akan mencintaimu”, jawab Mawar putih dengan angkuh.
Merpatipun lalu pergi dengan sejuta rasa kecewa di hatinya.
Beberapa hari kemudian Merpati kembali mendatangi Mawar putih untuk menyatakan kesanggupannya.
”Mawar Putih, demi membuktikan kuatnya cintaku, aku akan berbuat sesuatu agar engkau dapat berubah warna menjadi merah, sehingga engkau dapat mencintaiku”. kata si Merpati.
"Silahkan kalau engkau benar2 mampu merubah tubuhku yang putih ini jadi warna merah", jawab Mawar putih.
Tiba-tiba, Sang Merpati memotong sayapnya sendiri.
Darah yang tercurah dari lengan Merpati langsung ia siramkan ke tubuh bunga itu sehingga mengubah warna Mawar menjadi merah menyala.
Sontak saja Mawar menjadi sangat bersuka cita karena kini tubuhnya yang dulu putih pucat kini telah menjadi merah yang selama ini ia idam2kan.
Namun tanpa disadari ketika mawar ingin menyatakan rasa terima kasihnya, merpati telah tewas karena kehabisan darah.
Akhirnya mawar menyesal, ia telah kehilangan seseorang yang berharga yang telah mencintai & menyayanginya dengan tulus.
Kisah ini menggambarkan betapa indahnya sebuah pengorbanan yang dilandasi oleh cinta & kasih sayang.
Sebuah kisah yang menyadarkan kita bahwa cinta & kasih sayang itu tiada duanya.
Ia tidak menuntut, namun senantiasa memberi.
Ia rela mengorbankan dirinya demi kebaikan kita.
Maka janganlah kita menyia-nyiakan orang yang telah mencintai & menyayangi kita dengan tulus, karena kelak kita akan menyesal ketika orang itu telah pergi dan tidak akan kembali lagi.

Cerpen Untuk Anak Remaja ( Cerita CINTA )

Cowo : Syang, lagi ngapain?
Cewe : Kepo banget si
Cowo : Kan aku pacar km syang
Cewe : Yaudah trs knpa?
Cowo : Gpp sih, syang ada wktu ga hari ini? Kita ktemuan yuk dicafe *dicafe(akhirnya cwe itu pun dtang)
Cewe : Ngpain disuruh kesini?
Cowo : *ngasih kotak musik*
Cewe : Apaan coba ini!! Dikirain gue lo ♏ά̲̣Ű ngsih cincin eh gtw nya mlh ini! Gue sih jga bsa beli!
Cowo : Itukan tanda cinta ga perlu mahal enggak ny syng, terimalah *sambilmenaruh kotak musik itu ketangan cwenya*
Cwe : Apaan! Ga romantis! *smbil melempar kotak musik itu kejalan raya *Si cowo lngsung berlari dan mngambil kotak musik itu di jln raya, tiba2 mobil dgn kencangnya melaju dan mnabrak si cowo, dan si cwo terpental jauh
Cewe : Syng(teriak kencang) 
Si cwe berlari ke jln raya dan memeluk si cowo dgn sisa tenaga si cwo blng kpda si cewe "trimalah ini syng" *smbil mnyerahkan kotak musik itu kpda si cwe* Dan si cwe lngsung mnerimanya dan bbrapa detik kmdian Tuhan berkehendak lain, dan si cwopun prgi utk slmanya. Lalu trdengar suara dri kotak musik itu :"will you marry me?" dan terbukalah kotak itu ada sbuah cincin emas. Si cwe lngsung nangis dan memeluk si cwo yg bergelimang darah ...
INTINYA UNTUK CEWEK. TERIMALAH COWO DENGAN APA ADANYA!! BUKAN ADA APANNYA!